“Tugas yang paling penting jika kita menyelamatkan bumi yaitu dengan cara mendidik"

(The most important task, if we are to save the earth is to educate)

Sir Peter Scott, Founder WWF

“Kita tidak mewarisi bumi ini dari nenek moyang kita, kita meminjamnya dari anak cucu kita maka kembalikanlah secara utuh"

“Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan melibatkan cara melihat dunia yang berbeda.”

Inger BjÖrneloo, Pelatih Guru, Universitas GÖteborg Swedia

“Bumi dapat mencukupi kebutuhan umat manusia, tetapi tidak untuk keserakahannya.”

Mahatma Gandhi

“Bumi adalah rumahku, rumahku adalah bumiku, tak heran aku harus menjagamu”

“Bergabunglah bersama kami untuk membuat dunia menjadi lebih baik”

“Pembangunan lestari memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengkompromikan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya.”

“Kebersihan akan melahirkan banyak nilai-nilai positif. Membiasakan diri untuk menjaga kebersihan membuat anda dipenuhi berbagai karakter-karakter positif”

“Siapapun yang merenungi alam semesta, akan tersadar akan besar dan melimpahnya keagungan Zat yang telah menciptakan semesta ini”

Tuhan menciptakan Alam semesta untuk dijadikan tempat merenung bagi orang-orang yang berfikir

Petiklah milyaran hikmah yang terdapat dalam Alam, niscaya Alam tak letih memberikan anda pelajaran tentang kehidupan

Uniknya Taplak Meja dari Bahan Bekas

Selasa, 4 Oktober 2016 - Oleh: Bapak Suroso, Wali kelas V SDN 1 Datarajan, Peserta Pelatihan Jurnalistik SD 01 Datarajan

Taplak meja adalah kain atau sesuatu yang dibuat sedemikian rupa untuk menutupi meja, dengan tujuan agar meja terlihat lebih indah dan bersih. Pembuatan taplak meja ini di SDN 1 Datarajan Kecamatan Ulubelu Kabupaten Tanggamus, dilakukan oleh siswa-siswi kelas 5 Tahun Pelajaran 2014-2015 dengan membuat ketrampilan taplak meja yang terbuat dari bahan bekas yaitu dari bekas bungkus kopi saset dan lain-lain yang sejenis dengan ukuran yang sama.

Pembuatan taplak meja dengan bahan bekas ini bertujuan untuk memanfaatkan barang yang tidak berguna menjadi lebih berguna. Bahkan hasilnya akan bernilai seni dan ekonomi. Disamping itu juga dapat mengurangi sampah plastik yang dapat mencemari lingkungan. Untuk membuat taplak meja ini sangat mudah dan sederhana, anak – anak dapat mencari bekas bungkuskopi saset atau yang sejenisnya dengan ukuran sama sebanyak . Dibutuhkan antara 274 – 280 bungkus saja sudah dapat membuat satu taplak meja yang berukuran 100 cm x 50 cm.

Tahap pertama dalam pembuatannya adalah, dengan membersihkan bungkus kopi bekas yang terkumpul. Kedua ujung yang berhadapan dipotong sehingga kedua ujungnya terbuka. Langkah selanjutnya dilipat seperti bangun persegi panjang dengan lebar ¼ dari panjangnya. Kemudian dirangkai dengan cara menganyam sesuai ukuran taplak yang diinginkan.  

Dari pembuatan taplak meja dengan memanfaatkan bahan bekas ini bertujuan untuk memanfaatkan bahan bekas menjadi berguna. Tujuan lain adalah dengan mengurangi limbah sampah keluarga khususnya yang dari bahan plastik. Kegiatan ini juga akan membangkitkan kreatifitas siswa serta menambah penghasilan keluarga. Pembuatan taplak meja ini dibimbing oleh Bapak Suroso selaku guru kelas 5 SDN 1 Datarajan Kecamatan Ulubelu Kabupaten Tanggamus, Prov.Lampung. Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok. Satu kelompok beranggotakan lima orang. Dibutuhkan waktu seminggu untuk menganyam menjadi satu buah taplak. Jika dibuat dalam jumlah yang banyak, kegiatan ini sangat berguna untuk menambah penghasilan rumah tangga. Harga satu buah taplak ramah lingkungan ini dijual seharga 25 ribu perbuahnya. Selain mengandung nilai ekonomi, lingkungan pun menjadi bersih karna aktivitas ini dapat mengurangi sampah di sekitar kita.