“Tugas yang paling penting jika kita menyelamatkan bumi yaitu dengan cara mendidik"

(The most important task, if we are to save the earth is to educate)

Sir Peter Scott, Founder WWF

“Kita tidak mewarisi bumi ini dari nenek moyang kita, kita meminjamnya dari anak cucu kita maka kembalikanlah secara utuh"

“Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan melibatkan cara melihat dunia yang berbeda.”

Inger BjÖrneloo, Pelatih Guru, Universitas GÖteborg Swedia

“Bumi dapat mencukupi kebutuhan umat manusia, tetapi tidak untuk keserakahannya.”

Mahatma Gandhi

“Bumi adalah rumahku, rumahku adalah bumiku, tak heran aku harus menjagamu”

“Bergabunglah bersama kami untuk membuat dunia menjadi lebih baik”

“Pembangunan lestari memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengkompromikan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya.”

“Kebersihan akan melahirkan banyak nilai-nilai positif. Membiasakan diri untuk menjaga kebersihan membuat anda dipenuhi berbagai karakter-karakter positif”

“Siapapun yang merenungi alam semesta, akan tersadar akan besar dan melimpahnya keagungan Zat yang telah menciptakan semesta ini”

Tuhan menciptakan Alam semesta untuk dijadikan tempat merenung bagi orang-orang yang berfikir

Petiklah milyaran hikmah yang terdapat dalam Alam, niscaya Alam tak letih memberikan anda pelajaran tentang kehidupan

Belajar di Sungai Jeuringeh Lhok Baroe, Mempelajari Kehidupan dan Alam

Sabtu, 30 Maret 2019, Oleh: Nurwida (Fasilitator kegiatan ESD di SDN 11 Sawang, Kabupaten Aceh Utara, NAD) 

Memperingati Hari Air Sedunia 2019 “Sungai Sumber KehidupanKu”

Sengatan terik matahari menerpa sekumpulan pelajar di tepian sungai jernih. Panas sang surya , tidak membuat kata lelah bagi siswa-siswi SDN 11 Sawang Kabupaten Aceh Utara. Dengan riang gembira mereka mengayunkan langkah kaki ke sebuah sungai, tak jauh dari sekolah. Jarak 1 km dengan kondisi jalan naik turun tanjakan tidak mematahkan semangat mereka untuk sampai ke lokasi tujuan. Ada 21 orang pelajar dan 2 orang guru pendamping menelusuri jalan berliku sambil melihat pepohonan yang hijau, menikmati suara gemericik air yang jernih dan keindahan alam lainnya yang ada di seputaran Sawang Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan hari itu dilakukan dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia 2019 (World Water Day),yang jatuh pada setiap tanggal 22 maret setiap tahunnya. Melalui peringatan hari air ini para siswa-siswi kelas 5 dan guru kelas melakukan pengamatan di sungai. SDN 11 Sawang sangat dekat dengan sumber air, dimana sungai merupakan salah satu sumber kehidupan masyarakat di daerah Riseh Tunong, Kecamatan Sawang Aceh utara. Apalagi mata pencahariaan masyarakat disekitar sangat bersentuhan langsung dengan air yaitu bertani dan berkebun.

Dengan mengangkat tema “Sungai Sumber kehidupanku” mereka mengamati sungai, mulai dari badan sungai, pinggir sungai, dan air sungai. Setelah memperhatikan sungai secara keseluruhan mereka dapat melihat bahwa kondisi sungai didaerahnya masih baik secara umum, airnya yang masih bersih. Walaupun sungai tersebut pernah dilakukan aktivitas pengambilan batu gajah (batu besar di sungai). Dipinggir sungainya terjadi abrasi karena aktivitas galian batu gajah dilakukan secara terus menerus oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Melihat kondisi sungai yang terjadi abrasi, guru pendamping mengajak mereka untuk memahami dan berpikir kreatif sambil berdiskusi kelompok, bagaimana seadainya sungai disekitar rusak dan tercemar, dampak yang dirasakan. Seluruh peserta yang terlibat begitu antusias melakukan setiap himbauan dari guru mereka untuk memahami tentang lingkungannya dan pentingnya menjaga air bagi kehidupannya. Sehingga mereka dapat memahami sungai di daerah tersebut sebagai sumber kehidupan masyarakat masih bagus. Pesan para guru pembimbing kepada muridnya, bahwa mereka sebagai generasi perlu menjaganya agar selalu terawat dan tetap indah sungainya.

Harapannya dengan peringatan Hari Air Sedunia ini menjadi satu loncatan yang baik untuk lebih menanamkaan konsep dan sedikit mengubah pola pikir atau mindset bagi para siswa-siswi SDN 11 Sawang untuk lebih memperhatikan lingkungannnya yaitu sungai sebagai salah satu sumber kehidupan. Semoga kegiatan semacam ini akan terus dilakukan sebagai pemahaman terhadap pentingnya konservasi alam dan menjadi bagian dari kegiatan Educatian for Sustainable Development yang diterapkan di sekolah. Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi para pelajar dan sekolah lain untuk terus menjaga lingkungan, terutama sungai dan kehidupan disekitarnya, karena karna SDN 11 Sawang yakin bahwa “Sungai adalah Sumber Kehidupan”.