“Tugas yang paling penting jika kita menyelamatkan bumi yaitu dengan cara mendidik"

(The most important task, if we are to save the earth is to educate)

Sir Peter Scott, Founder WWF

“Kita tidak mewarisi bumi ini dari nenek moyang kita, kita meminjamnya dari anak cucu kita maka kembalikanlah secara utuh"

“Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan melibatkan cara melihat dunia yang berbeda.”

Inger BjÖrneloo, Pelatih Guru, Universitas GÖteborg Swedia

“Bumi dapat mencukupi kebutuhan umat manusia, tetapi tidak untuk keserakahannya.”

Mahatma Gandhi

“Bumi adalah rumahku, rumahku adalah bumiku, tak heran aku harus menjagamu”

“Bergabunglah bersama kami untuk membuat dunia menjadi lebih baik”

“Pembangunan lestari memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengkompromikan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya.”

“Kebersihan akan melahirkan banyak nilai-nilai positif. Membiasakan diri untuk menjaga kebersihan membuat anda dipenuhi berbagai karakter-karakter positif”

“Siapapun yang merenungi alam semesta, akan tersadar akan besar dan melimpahnya keagungan Zat yang telah menciptakan semesta ini”

Tuhan menciptakan Alam semesta untuk dijadikan tempat merenung bagi orang-orang yang berfikir

Petiklah milyaran hikmah yang terdapat dalam Alam, niscaya Alam tak letih memberikan anda pelajaran tentang kehidupan

Keseruan Siswa Sukamaju Mendaur Ulang Kertas dan Membuat Kompos

Senin, 9 Februari 2017 by Hijrah Nasir

Pemandangan berbeda tampak di SD 1 Sukamaju, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Lampung pagi itu. Mereka akan menerima pelatihan tentang cara pembuatan daur ulang kertas dan cara pembuatan kompos, dan membuat kerajinan dari bahan bekas dari tim ESD WWF Indonesia dan beberapa mahasiswa yang tergabung dalam AIESEC UNILA yang berlangsung selama 4 hari dari tanggal 24 – 27 Januari 2017.

Siswa-siswi kelas 5 dan 6 mulai sibuk dengan pelatihan pembuatan kompos yang difasilitasi oleh Pak Sugiman yang juga sebagai trainer sekolah lapang petani kopi di Ulubelu. Selama pelatihan 4 hari itu, siswa-siswi diajak untuk melihat proses pembuatan kompos dan mempraktekkannya sendiri. Mereka juga diajak membuat MOL (mikro organisme lokal) yang bisa membantu tanaman menyerap nutrisi di dalam pupuk dengan lebih baik.

Jika siswa-siswi kelas 5 dan 6 sibuk membuat kompos, maka lain lagi dengan kelas 3 dan 4. Mereka dengan antusias mempraktekkan cara mendaur ulang kertas dengan bahan kertas koran dan kertas bekas yang mereka bawa dari rumah. Satu persatu siswa mencoba mencetak kertas daur ulang pada media papan yang selanjutnya akan dikeringkan. Kertas daur ulang yang sudah kering selanjutnya dirangkai menjadi buku tulis dan dihias dengan bahan-bahan bekas lain. Mereka juga diajak mendesain kerajinan berupa kotak pensil dan pembatas buku dari bahan bekas yang tersedia.


Pelatihan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman dan pengetahuan teknis kepada siswa akan pemanfaatan sampah organik dan an-organik. Selain itu mereka juga membenahi kebun sekolah dan mengaplikasikan kompos yang mereka buat untuk tanaman di kebun sekolah mereka.