“Tugas yang paling penting jika kita menyelamatkan bumi yaitu dengan cara mendidik"

(The most important task, if we are to save the earth is to educate)

Sir Peter Scott, Founder WWF

“Kita tidak mewarisi bumi ini dari nenek moyang kita, kita meminjamnya dari anak cucu kita maka kembalikanlah secara utuh"

“Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan melibatkan cara melihat dunia yang berbeda.”

Inger BjÖrneloo, Pelatih Guru, Universitas GÖteborg Swedia

“Bumi dapat mencukupi kebutuhan umat manusia, tetapi tidak untuk keserakahannya.”

Mahatma Gandhi

“Bumi adalah rumahku, rumahku adalah bumiku, tak heran aku harus menjagamu”

“Bergabunglah bersama kami untuk membuat dunia menjadi lebih baik”

“Pembangunan lestari memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengkompromikan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya.”

“Kebersihan akan melahirkan banyak nilai-nilai positif. Membiasakan diri untuk menjaga kebersihan membuat anda dipenuhi berbagai karakter-karakter positif”

“Siapapun yang merenungi alam semesta, akan tersadar akan besar dan melimpahnya keagungan Zat yang telah menciptakan semesta ini”

Tuhan menciptakan Alam semesta untuk dijadikan tempat merenung bagi orang-orang yang berfikir

Petiklah milyaran hikmah yang terdapat dalam Alam, niscaya Alam tak letih memberikan anda pelajaran tentang kehidupan

Sosialisasi ESD untuk Masyarakat

30 Oktober 2017

Program Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan atau Education for Sustainable Development (ESD) di Kecamatan Ulubelu telah memasuki tahun ketiga. Berbagai kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dan siswa telah dilakukan. Tiga sekolah yang menjadi dampingan WWF yakni SD 1 Datarajan, SD 2 Karangrejo dan SD 1 Sukamaju mengungkapkan bahwa program ini membawa dampak positif bagi pengembangan perilaku guru dan siswa terkait dengan persepsi mereka mengenai lingkungan.

Program ESD, Ini dilakukan untuk menumbuhkan kecintaan dan kesadartahuan siswa terhadap Lingkungan sekitarnya, ditinjau dari pengembangan ekonomi, sosial dan ekologi serta metode pengajaran yang mengangkat isu lingkungan baik lokal dan global, kedalam kurikulum telah mereka lakukan.

SDN1 Datarajan, misalnya. Setiap penerimaan rapor, guru-guru akan memberikan sosialisasi mengenai pentingnya pembangunan berkelanjutan dan menghadiahi siswa berprestasi dengan bibit pohon yang akan mereka tanam di rumah masing-masing.

“Salah satu penerapannya adalah mendorong mereka untuk rajin menanam pohon. Kami telah melakukan upaya ini sejak beberapa tahun terakhir. Saat penerimaan rapor, orang tua juga ikut menyaksikan sehingga secara tidak langsung juga memberikan edukasi tentang pembangunan berkelanjutan kepada orang tua siswa/masyarakat.” (HN, RN)