“Tugas yang paling penting jika kita menyelamatkan bumi yaitu dengan cara mendidik"

(The most important task, if we are to save the earth is to educate)

Sir Peter Scott, Founder WWF

“Kita tidak mewarisi bumi ini dari nenek moyang kita, kita meminjamnya dari anak cucu kita maka kembalikanlah secara utuh"

“Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan melibatkan cara melihat dunia yang berbeda.”

Inger BjÖrneloo, Pelatih Guru, Universitas GÖteborg Swedia

“Bumi dapat mencukupi kebutuhan umat manusia, tetapi tidak untuk keserakahannya.”

Mahatma Gandhi

“Bumi adalah rumahku, rumahku adalah bumiku, tak heran aku harus menjagamu”

“Bergabunglah bersama kami untuk membuat dunia menjadi lebih baik”

“Pembangunan lestari memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengkompromikan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya.”

“Kebersihan akan melahirkan banyak nilai-nilai positif. Membiasakan diri untuk menjaga kebersihan membuat anda dipenuhi berbagai karakter-karakter positif”

“Siapapun yang merenungi alam semesta, akan tersadar akan besar dan melimpahnya keagungan Zat yang telah menciptakan semesta ini”

Tuhan menciptakan Alam semesta untuk dijadikan tempat merenung bagi orang-orang yang berfikir

Petiklah milyaran hikmah yang terdapat dalam Alam, niscaya Alam tak letih memberikan anda pelajaran tentang kehidupan

Kegiatan ESD

WWF Indonesia-ESD Unit mulai mengembangkan konsep ESD sejak tahun 2009, sedangkan di dunia program Pendidikan Pembangunan Berkelanjutan dimulai pada era 90-an. Dalam konsep ESD ada 3 aspek yang diterapkan yaitu aspek ekologi, sosial dan ekonomi yang ditekankan pada pendidikan. Penerapan PPB ini di sekolah tidak berdiri sendiri, tetapi masuk ke dalam mata pelajaran (terintegrasi) dan secara holistik. Proses demokratis ditempatkan dalam pembelajaran untuk mendukung para murid untuk meningkatkan kemampuan serta motivasi untuk memberikan kontribusi pada pembangunan berkelanjutan secara lokal dan global.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dengan tujuan memperoleh informasi tentang dampak pendampingan sekolah meliputi:

  • Pembelajaran di sekolah meliputi integrasi pembelajaran dan isu-isu 
  • Perubahan yang terlihat di sekolah dan komunitas
  • Rencana sekolah pasca masa pendampingan usai terkait perkembangan siswa, yang tidak hanya dalam aspek pembelajaran. Namun, lebih pada bagaimana siswa menghargai keberagaman biologi, sosial dan budayanya, dan tentunya persoalan lingkungan disekitarnya
  • Kemampuan guru, kepala sekolah dan siswa untuk berpikir kritis terhadap pembelajaran dan isu-isu di masyarakat
  • Partisipasi dan kontribusi komunitas di sekitar sekolah (orangtua, masyarakat sekitar, pemerintah daerah, pemangku kepentingan) dalam kegiatan-kegiatan di sekolah
  • Perencanaan dan kebijakan yang dikembangkan sekolah
  • Memberikan rekomendasi pada pengembangan program yang sama dimasa yang akan datang serta relevansinya untuk peningkatan kualitas sekolah di Indonesia