“Tugas yang paling penting jika kita menyelamatkan bumi yaitu dengan cara mendidik"

(The most important task, if we are to save the earth is to educate)

Sir Peter Scott, Founder WWF

“Kita tidak mewarisi bumi ini dari nenek moyang kita, kita meminjamnya dari anak cucu kita maka kembalikanlah secara utuh"

“Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan melibatkan cara melihat dunia yang berbeda.”

Inger BjÖrneloo, Pelatih Guru, Universitas GÖteborg Swedia

“Bumi dapat mencukupi kebutuhan umat manusia, tetapi tidak untuk keserakahannya.”

Mahatma Gandhi

“Bumi adalah rumahku, rumahku adalah bumiku, tak heran aku harus menjagamu”

“Bergabunglah bersama kami untuk membuat dunia menjadi lebih baik”

“Pembangunan lestari memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengkompromikan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya.”

“Kebersihan akan melahirkan banyak nilai-nilai positif. Membiasakan diri untuk menjaga kebersihan membuat anda dipenuhi berbagai karakter-karakter positif”

“Siapapun yang merenungi alam semesta, akan tersadar akan besar dan melimpahnya keagungan Zat yang telah menciptakan semesta ini”

Tuhan menciptakan Alam semesta untuk dijadikan tempat merenung bagi orang-orang yang berfikir

Petiklah milyaran hikmah yang terdapat dalam Alam, niscaya Alam tak letih memberikan anda pelajaran tentang kehidupan

Pengertian ESD

PENDIDIKAN untuk PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (Education for Sustainable Development/ESD)

Bagaimanakah aspirasi sistem pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan harus dirumuskan adalah sebuah pertanyaan yang kompleks dan rumit. Agaknya, tugas tersebut dapat difasilitasi, jika kita membagi subyek tersebut menjadi empat bagian dan mempertanyakan pertanyaan tersebut dengan “apa”, “kenapa”, “bagaimana” dan “dimana” sebagai berikut:

  • Apa tujuan utamanya?
  • Kenapa pendidikan untuk Pembangunan berkelanju­tan?
  • Bagaimana Pendidikan untuk Pembangunan berke-lanjutan/ disusun?
  • Dimana Pendidikan untuk Pembangunan berkelanju­tan / dilakukan?
Tujuan utamanya adalah bahwa setiap orang harus menda­patkan pengetahuan dan merasa termotivasi untuk bekerja searah dengan masa depan yang berkelanjutan. Pendidi­kan untuk Pembangunan Berkelanjutan termasuk beragam proses yang mempromosikan pengetahuan, keterampilan, nilai, dan tingkah laku yang mempengaruhi individu, seko­lah, dan usaha masyarakat dalam menciptakan masyarakat yang adil dan terbuka, memiliki keamanan ekonomi, me­miliki kapasitas ekologi yang memadai, dan demokratis. 

WWF menekankan bahwa Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan harus dianggap sebagai perspektif keseluruhan dan merupakan sebuah proses berkelanjutan dalam dunia yang berubah. Tujuan jangka panjangnya adalah bahwa kita dapat menjalani kehidupan sebaik mungkin tanpa membahayakan orang lain, alam, dan masyarakat kapan dan dimana saja. Untuk masing-masing individu, hal ini menuntut sebuah kapasitas yang matang untuk melakukan tindakan dalam sebuah masyarakat yang berkelanjutan, yaitu berupa pengetahuan, kesempatan, dan motivasi. Dalam perspektif global, se­tiap manusia kelihatan kecil. Tetapi banyak dari ma-syarakat kecil dapat membuat perbedaan yang luar biasa.  

Pembangunan dunia saat ini adalah tidak berkelanjutan. Jika kita ingin menangani beragam masalah dan kemungkinan yang dihadapi dunia, kita perlu membekali diri sendiri untuk bertindak demi masa depan yang le­bih lestari. Ambil contoh negara Swedia sebagai sebuah kasus, banyak dari dokumen-dokumen kebijakan yang mengatur wajib belajar sembilan tahun, sekolah lanjutan, universitas dan akademi yang mensyaratkan ada mata pe­lajaran Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan. Kenapa isi mata pelajaran sekolah harus dirubah lagi? Karena Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan adalah sebuah proses berjalan! 

 (Sumber: Learning The Sustainable Way /Belajar Cara Hidup Berkelanjutan, WWF Swedia 2007/2008)